REVIEW FESTIVAL PEDALANGAN 2021 KABUPATEN GUNUNGKIDUL

REVIEW FESTIVAL PEDALANGAN 2021 KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Kabupaten Gunungkidul berpredikat sebagai daerah yang kental dengan kekayaan dan keragaman budaya.  Pemerintah dan masyarakat senantiasa berupaya membina dan mengembangkan budaya daerah dalam menjaga identitas ketahanan budaya dengan menunjukkan nilai-nilai tradisi setempat, sungguhpun dalam perwujudannya telah disesuaikan dengan kondisi jaman.  Potensi seni budaya yang hidup dan berkembang di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang seharusnya kita tularkan kepada generasi muda.

KUNJUNGAN BUDAYA GUSTI ANING KE OMAH DALANG
KUNJUNGAN BUDAYA GUSTI ANING KE OMAH DALANG

Pelestarian dan pengembangan terhadap seni budaya perlu terus meneru dilakukan secara berkala dan berkesinambungan agar tidak mengalami kepunahan dan pendangkalan isi serta pengakuan dari pihak-pihak lain yang tidak bertanggungjawab.

Upaya pelestarian yang meliputi pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan nilai-nilai budaya luhur di masyarakat melalui seni pedalangan membuka kesempatan secara luas kepada seniman dan seluruh masyarakat untuk menyalurkan kreativitas dan produktifitas.  Seni pedalangan akan hidup apabila di dalamnya ada kreatifitas yaitu kreatifitas dalam membuat, kreatif dalam menggelar, kreatif dalam mensosialisasikan serta kreatif dalam menghidupi dirinya.

Perkembangan teknologi informasi menuntut masyarakat, terutama seniman untuk pandai memilih dan memilah dalam menggali kreatifitas dan inovasinya dalam berkarya agar karya-karya seninya dapat mendunia, namun tetap dapat mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.  Kekayaan seni budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai karya seni yang berkualitas dan sangat potensial untuk ikut mengambil peran dalam percaturan industri kreatif dan perkembangan global.

Pada kesempatan tahun 2021 ini meski masih dalam suasana pandemik, Kundha Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul tetap melaksanakan Festival Pedalangan Anak & Remaja dengan sarana dan prasarana fisik pementasan yang layak untuk diberikan acungan jempol 2.  Pementasan secara indoor dengan fasilitas serba lux.  Hal ini tentu harus sangat disyukur oleh semua pihak khususnya para pelaku seni yang mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah dari  sarana prasarana serta peningkatkan honor untuk para pelaku seni sebgai upaya memberi motifasi kepada para seni untuk terus melakukan upaya yang lebih kreatif dalam menyajikan karya seni agar bisa membawa perkembangan dunia seni khususnya pedalangan.

Selain sarara fisik dan fasilitasi yang baik tentu kita juga harus melihat dan mengevaluasi beberapa hal teknis pelaksanaan teknis di 2021 yang menjadi esensi dari tujuan pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan kualitas para seniman khususnya di Gunungkidul.  Kami melihat beberapa hal yang mungkin bisa menjadi bahan penyempurnaan agenda festival di tahun-tahun yang akan datang.  Pada pelaksanaan tahun ini panitia belum memberi ruang kepada para dalang, pelaku seni,dan public untuk melihat perjalanan pementasan terbuka, adapun point-point yang di semestinya disajikan dan menjadi bahan untuk koreksi dan perbaikan diantaraanya :

  1. Raport peserta, dari beberapa point penilaian ( Cepeng-sabet. Catur / ginem, Sanggit, Iringan, Penyajian Harmoni ) yang dinilai dari masing-masing yuri atau akumulasi dari ketiganya seharusnya diberikan kepada peserta agar peserta, agar peserta memahami kelebihan dan kekurangannya bahkan bisa mencari dan mendetailkan kekurangannya untuk selanjutnya bisa melakukan upaya perbaikan.  Raport ini akan sangat baik jika panitia mampu menyajikan secara online sehingga public juga mampu mengakses dan menilai raport yuri dengan hasil penampilan peserta.  Oleh karena itu kedepan panitia juga harus membuka diri untuk yuri-yuri muda potensial pada bidangnya yang mampu mengakomodir perkembangan zaman dan mengoperasionalkan teknologi untuk menyajikan informasi yang cepat dan mudah diakses oleh para pelaku seni dan penggemar seni di masyarakat luas.
  2. Streaming Festival, pada pelaksanaan festival di tahun ini 2021 justru panitia mengalami kemunduran dari tahun sebelumnya yang tidak melakukan siaran langsung pelaksanaan Festival 2021. Banyak pertanyaan yang muncul dari public yang mempertanyakan mengapa Festival Pedalangan 2021 tidak disyiarkan secara langsung, padahal pada event-event kesenian lainnya seperti campur sari, kesenian lesung, dan lainnya bisa melaksanakan agenda live streaming.
  3. Arahan yuri setelah pementasan, pada tahun sebelumnya festival 2021, yuri melakukan beberapa pencatatan dan evaluasi waulaupun hanya secara global yang dilakukanan oleh para peserta peserta, baik apa yang sudah bagus dam apa kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para peserta yang harus dilakukan perbaikan.  Pada tahun ini justru tidak ada sedikitpun catatan dan arahan yang menuju kepada perbaikan.
  4. Souvenir, souvenir pada tahun 2021 ini terkesan tidak dipersiapkan dengan baik, souvenir yang diterima oleh para pemenang sama persis dengan yang pernah diterima pada tahun 2020 lalu.
  5. Penghargaan peserta, belum adanya penghargaan kepada peserta yang bersifat umum dan memdidik.  Penghargaan kepada peserta ini juga bisa sebagi wujud penghormatan bukan saja kepada sang juara, tetapi juga kepada para pahlawan pelestari budaya khususnya pedalangan yang bisa diberikan dalam wujud Buku-buku Pedhalangan Gagrak Yogyakarta, Buku-buku karawitan Gagrak Yogyakarta, Dll. Yang selanjutnya bisa dilakukan dokumentasi dan harmonisasi bersama para peserta dalang.

Selain beberapa hal yang kami sampaikan diatas sebagai sebuah usulan membangun, ada baiknya dari Dinas Kebudayaaan menunjuk beberapa Lembaga Pedalangan Yang Resmi Di Gunungkidul maupun Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti : PEPADi atau lannya untuk berperan aktif memberikan pembinaan secara merata ke sanggar-sanggar pedalangan yang ada di Gunungkidul khususnya agar generasi dalang di Gunungkidul bisa memahami secara lebih mendalam akan keadiluhungan gagrak Ngayogjakarta, sehingga mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh budaya liar yang mampu merusak jati diri pedalangan khususnya pedalangan gagrak Ngayogjakarta Hadiningrat.

Youtube Festival pedalangan 2021 :

https://youtu.be/8-7vdgUw9d8

Leave a Comment

Your email address will not be published.